Sabtu, 24 Desember 2011

DEDUCTO-HYPOTHETICO VERIFIKATIF PROCESS

DEDUCTO-HYPOTHETICO VERIFIKATIF PROCESS
( Proses Verikasi Hipotesa-Deduktif )
Format standar Penelitian yang dipakai oleh semua bidang ilmu







Tahapan-tahapan pada format standar penelitian Deducto-Hypothetico Verifikatif Process sesuai dengan bagan diatas yaitu :

  1. Tahap 1 Proses penemuan Masalah (Problem)
Semua penelitian berangkat dari Permasalahan, kadang sulit untuk menentukan atau mencara masalah dalam penelitian hal ini disebabkan tingkat kepekaan yang kurang, dalam menangkap fenomena yang ada.

  1. Tahap 2 Mencari dan Menentukan Konsep dan Teori
Setelah Permasalahan sudah diperoleh, dilanjutkan dengan mencari dan menentukan Konsep-konsep dan Teori-teori yang sudah berlaku terhadap permasalahan yang telah ditentukan, melalui STUDI PUSTAKA/TELAAH PUSTAKA ( LIBRARY STUDY, LECTURE STUDY) dengan cara mencari Jurnal-Jurnal, hasil-hasil penelitian, tesis yang sudah membahas masalah yang akan kita pakai dengan sudut pandang (aspek) yang berbeda. Studi Pustaka ini dibedakan 2 macam Referansi yaitu :

1)      Referensi Umum
Bahan-bahan literatur yang tidak berhubungan langsung dengan permasalahan yang telah ditentukan digunakan sebagai pengetahuan secara umum. Contoh : Koran. Majalah dan lain-lain

2)      Referensi Khusus
Bahan-bahan literatur yang berhubungan langsung dengan penelitian yang sedang diteliti dan secara ilmiah pengetahuan dapat dipertanggung jawabkan. Termasuk dalam referensi khusus adalah Jurnal-jurnal penelitian, hasil-hasil penelitian, Buletin penelitian, Tesis, Disertasi, Makalah, dan lain-lain.

Secara khusus tujuan dari studi pustaka ini untuk membangun Hipotesa terhadap Permasalahan yang hendak diteliti.

  1. Tahap 3 Membangun HIPOTESA
Setelah menemukan atau menentukan Konsep dan Teori, yang merupakan hasil dari studi pustaka (Telaah Pustaka) maka selanjutnya kita dapat membangun atau menentukan HIPOTESA. Hipotesa berarti Tesa berarti Teori, dan Hipo berarti Lemah,  Jadi Hipotesa adalah Teori mini yang disusun oleh Peneliti untuk kepentingan Penelitiannya. Hipotesa ini masih membutuhkan Pembuktian

  1. Tahap 4 menentukan VARIABEL
Tahapan untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang diperlukan untuk membuktikan hipotesa yang telah ditentukan lebih dahulu. Bagian-bagian dalam membuktikan hipotesa ini, disebut variabel. Variabel ini dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

1)      Variabel Pokok
Sebagai variabel pokok yang melekat pada Tema (hipotesa), dan berkedudukan sebagai variabel yang terpengaruh (Depend Variable)

2)      Variabel Independen
Variabel yang mempengaruhi variabel pokok





  1. Tahap 5 Pembentukan DESAIN dan INSTRUMEN
Variabel-variabel independen yang mempengaruhi Variabel Pokok ini membentuk Desain dan instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian

  1. Tahap 6 Pengambilan SAMPLING
Sampling ini berfungsi sebagai bahan dasar untuk membentuk desain, instrumen pada variabel dalam hipotesa.

  1. Tahap 7 Pengumpulan DATA
Dimaksud disini adalah DATA Primer yaitu data yang langsung diambil di lapangan. Data inilah yang sebagai sumber lapangan untuk membuktikan Hipotesa Peneliti.

  1. Tahap 7 TEMUAN (Findings)
Dari hasil pengelolaan Data Primer tersebut menghasilkan TEMUAN (Findings). Dalam Temuan ini dapat menghasilkan 2 (dua) hal yang berbeda, yaitu :

1)      Apabila Cocok/sesuai dengan Hipotesa maka Temuan itu sesuai dengan Teori-Teori sebelumnya

2)      Apabila Tidak cocok/sesuai dengan Hipotesa maka Temuan itu menghasilkan Teori baru.

Disinilah akhir dari rangkaian proses penelitian dengan menghasilkan Temuan (findings)

  1. Tahap 9 REPORT (LAPORAN) Hasil Penelitian
Laporan ini dapat berupa Tesis, yang kemudian diterbitkan dalam Jurnal, Buletin. Kemudian Buletin atau Jurnal ini, dijadikan kembali sebagai Referensi bagi peneliti-peneliti yang akan datang.
Share

0 comments:

Poskan Komentar